Kamis, 15 Juli 2010
lirik lagu bonek
disi bonek di sana viking mana mana kita sahabat kecuali the jak anjing
the jak anjing the jak anjing the jak anjing
Kamis, 08 Juli 2010
Rabu, 07 Juli 2010
ims
Ketika mendengarkan lagu-lagu dari band ini untuk pertama kalinya di Flameable Distro (Distronya Dede Flame – Elektro 98) saya langsung merenung sebab banyak hal yang berlangsung di sekitar kita yang tidak kita sadari. Mungkin karena band ini berasal dari Jakarta — yang notabene merupakan kota yang membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk hidup di dalamnya – sehingga mereka mampu menangkap realita hidup yang terjadi dan menuangkannya ke dalam lagu-lagu mereka.
So, tanpa banyak bicara lagi. I hope you enjoy it!
Horified Country
Originally written by Marjinal
lihatlah negeri kita
yang subur dan kaya raya
sawah ladang terhampar luas
samudera biru
tapi lihatlah negeri kita
yang tinggal hanyalah cerita
cerita dan cerita, terus cerita…
(cerita terus…)
pengangguran merebak luas
kemiskinan merajalela
pedagang kaki lima tergusur teraniaya
bocah-bocah kecil merintih
menghabiskan waktu di jalanan
buruh kerap dihadapi penderitaan
inilah negeri kita
alamnya kelam tiada berbintang
dari derita dan derita menderita…
(derita terus…)
sampai kapankah derita ini
yang kaya darah dan air mata
yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi
dinodai, dikangkangi, dikuasai, dijajah para penguasa rakus
Hospital-House of Pain Indeed!
Originally written by Marjinal
inilah yang terjadi korupsi dan kolusi
tuk memperkaya diri itu sudah tradisi
lihatlah di rumah sakit orientasinya duit
banyak pasien yang menjerit karena biaya mencekik
ngomong soal profesi uang yang diutamakan
janjinya kemanusiaan tapi hanya janji doang
kemanusiaan tidak dipikirkan
bila kau punya uang barulah lain urusan
kemanusiaan tidak dipikirkan
rumah sakit bayar dulu uang yang diutamakan
ternyata sumpah dan janji serta kata-kata hanyalah basa-basi
kau khianati negeri ini atas nama profesi
ooo… ini yang terjadi
ternyata banyak penjahat berpakaian rapi
ooo… ini yang terjadi
ternyata banyak penjahat di negeri sendiri
di rumah-rumah sakit birokrasinya berbelit
apalagi tak berduit kau pastikan dipersulit
persetan orang tak punya harga obat dimainkan
orang sakit diobyekkan semuanya pake bayaran
di rumah-rumah sakit banyak pasien menjerit
karena biaya mencekik lantaran ga punya duit
di rumah-rumah sakit banyak pasien menjerit
lantaran dipersulit dan dokternya pada singit
di rumah-rumah sakit, BRENGSEK!!!
di rumah-rumah sakit, NGEHE!!!
Well, saya ga akan kasih komentar di sini. Yang jelas saya lebih berharap komentar berasal dari pembaca sekalian. Semua sah-sah saja, asalkan atas pemikiran sendiri, dan dapat dipertanggungjawabkan. Btw, there is another songs of this band which i couldn’t add here. Itu semua karena keterbatasan telinga, soalnya lagu-lagu yang saya muat di sini saya ketik lirik lagunya berdasarkan lagu yang saya dengar dari mp3. Original cd-nya udah ilang, kata yang punya. So, be patient. Kalau ada waktu akan saya post lagi di blog. Atau buat rekan-rekan lain yang punya koleksi lebih lengkap, please send it to my e-mail.
NB : Band ini akan manggung di GrAnaT tanggal 31 Maret. Info lengkapnya di sekber FT.
ims
Ketika mendengarkan lagu-lagu dari band ini untuk pertama kalinya di Flameable Distro (Distronya Dede Flame – Elektro 98) saya langsung merenung sebab banyak hal yang berlangsung di sekitar kita yang tidak kita sadari. Mungkin karena band ini berasal dari Jakarta — yang notabene merupakan kota yang membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk hidup di dalamnya – sehingga mereka mampu menangkap realita hidup yang terjadi dan menuangkannya ke dalam lagu-lagu mereka.
So, tanpa banyak bicara lagi. I hope you enjoy it!
Horified Country
Originally written by Marjinal
lihatlah negeri kita
yang subur dan kaya raya
sawah ladang terhampar luas
samudera biru
tapi lihatlah negeri kita
yang tinggal hanyalah cerita
cerita dan cerita, terus cerita…
(cerita terus…)
pengangguran merebak luas
kemiskinan merajalela
pedagang kaki lima tergusur teraniaya
bocah-bocah kecil merintih
menghabiskan waktu di jalanan
buruh kerap dihadapi penderitaan
inilah negeri kita
alamnya kelam tiada berbintang
dari derita dan derita menderita…
(derita terus…)
sampai kapankah derita ini
yang kaya darah dan air mata
yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi
dinodai, dikangkangi, dikuasai, dijajah para penguasa rakus
Hospital-House of Pain Indeed!
Originally written by Marjinal
inilah yang terjadi korupsi dan kolusi
tuk memperkaya diri itu sudah tradisi
lihatlah di rumah sakit orientasinya duit
banyak pasien yang menjerit karena biaya mencekik
ngomong soal profesi uang yang diutamakan
janjinya kemanusiaan tapi hanya janji doang
kemanusiaan tidak dipikirkan
bila kau punya uang barulah lain urusan
kemanusiaan tidak dipikirkan
rumah sakit bayar dulu uang yang diutamakan
ternyata sumpah dan janji serta kata-kata hanyalah basa-basi
kau khianati negeri ini atas nama profesi
ooo… ini yang terjadi
ternyata banyak penjahat berpakaian rapi
ooo… ini yang terjadi
ternyata banyak penjahat di negeri sendiri
di rumah-rumah sakit birokrasinya berbelit
apalagi tak berduit kau pastikan dipersulit
persetan orang tak punya harga obat dimainkan
orang sakit diobyekkan semuanya pake bayaran
di rumah-rumah sakit banyak pasien menjerit
karena biaya mencekik lantaran ga punya duit
di rumah-rumah sakit banyak pasien menjerit
lantaran dipersulit dan dokternya pada singit
di rumah-rumah sakit, BRENGSEK!!!
di rumah-rumah sakit, NGEHE!!!
Well, saya ga akan kasih komentar di sini. Yang jelas saya lebih berharap komentar berasal dari pembaca sekalian. Semua sah-sah saja, asalkan atas pemikiran sendiri, dan dapat dipertanggungjawabkan. Btw, there is another songs of this band which i couldn’t add here. Itu semua karena keterbatasan telinga, soalnya lagu-lagu yang saya muat di sini saya ketik lirik lagunya berdasarkan lagu yang saya dengar dari mp3. Original cd-nya udah ilang, kata yang punya. So, be patient. Kalau ada waktu akan saya post lagi di blog. Atau buat rekan-rekan lain yang punya koleksi lebih lengkap, please send it to my e-mail.
NB : Band ini akan manggung di GrAnaT tanggal 31 Maret. Info lengkapnya di sekber FT.
MARJINAL
Komunitas Marjinal lahir tidak lepas dari kondisi masyarakat yang tertindas. Dan perlu diketahui bahwa Marjinal tidaklah sebuah group band (walaupun rockstar semuanya he he hee) tetapi Marjinal lebih mengaktualisasikan dirinya debagai komunitas.
Marjinal juga terkenal sebagai Taring Babi, AFRA (Anti Fasis Anti Rasis), dan Tempe Quality. Ini mempunyai arti bahwa mereka ingin menghancurkan system kepakeman yang berlaku sekarang ini.
Marjinal adalah komunitas yang terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut melawan penindasaan dengan acara yang independen, kreatif, dan adil.
Kegiatan
Selain bermusik, Marjinal juga terlibat aktif dalam gerakaan perlawanan terhadap system yang menghegemoni. Marjinal sering melakukan pengorginisiran dan bekerja sama dengan komunitas yang lain. Marjinal juga melakukan perlawanan lewat graffiti, cukil, sablun, emblem, pin, dan rumah komunitas marjinal selain sebagai 'home base' juga sebagai media pendidikan dan distro.
Kontak
a: Jl. Moh Kafi II, Gg Setiabudi No. 39,
Rt.11, Rw.8 Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selata
"wawancara dengan marjinal"
rasanya kurang pas tampa marjinal di blog ini hehehe,walo gw sangat telat dari yang laen tapi yang terpenting adalah argument tentang artikel ini bisa sampai,khususnya tentang punk dari sudut pandang marjinal,karena secara visual gw belon pernah ketemu ma mereka,tapi dari pola pikir logika tentang punk ada persamaam di antara kami!!
berikut ini gw kopipes dari www.koran-marjinal.blogspot.com
tentang kehidupan sehari-hari mereka di komunitas,dan sudut pandang mereka tentang punk!
Pengantar Editor:
Agustus yang lalu, majalah TRAX membuat laporan utama “The Story So Far: 30 Years of Punk Rock”. Farid Amriansyah, reporter Trax, mengajukan beberapa pertanyaan kepada Marjinal lewat e-mail, yang jawabannya kami kira berhak diketahui publik secara utuh.
- agak klise, tapi bisa cerita bagaimana marjinal terbentuk?
Bob OI: Marjinal dibentuk 11 tahun yang silam, pada 22 Desember — bertepatan dengan Hari Ibu di kalender nasional. Sebelas tahun yang lalu, kite ketemu di sebuah kampus grafika di Jakarta Selatan. Awalnya, gue pengen kuliah, tapi makin lama semakin nggak tertarik. Apa yang dipelajari di kampus udeh kita kuasai, gue udah gape menggambar, bikin desain, demikian juga yang laen. Kebanyakan kita ketemu ngobrolin situasi di luar kampus, yang atmospherenya represif, nggak bebas mengeluarkan pendapat atau berekspresi. Lalu kita bangun sebuah jaringan namanya Anti Facist Racist Action (AFRA), yang terlibat adalah kawan-kawan yang mempunyai kesadaran melawan sistem yang fasis banget.
Kita gunakan media visual, lewat poster dari cukil kayu, baliho dan lukisan yang menggugah kesadaran generasi muda, untuk melawan sistem fasis yang diusung Orde Baru. Selain melakukan diskusi, penerbitan newsletter, dan aksi turun ke jalan… Kita secara kebetulan gape juga main musik. Ya, dengan modal gitar n jurus tiga kunci, kita maen musik, bikin lagu sendiri yang berangkat dari kenyataan hidup sehari-hari.
Mike Marjinal:Lalu kita namakan kelompok itu Anti Military. Dalam perkembangannya, Anty Military dipahami orang-orang sebagai sebuah band akhirnya… Padahal kita bukan anak band! Musik ini kan sebagai alat komunikasi kepada khalayak yang lebih luas, lebih asyik.. medium menyampaikan pesan dan jadi inspirasi untuk anak-anak di pergerakan ke depan, ketika melihat kenyataan kehidupan sosial-politik dikangkangi rejim yang fasis militeristik. Dari awal, kesadaran kita bukan sebagai anak band.
Setelah Harto digulingkan, kita melihat dimensi yang lebih luas lagi. Persoalannya bukan lagi rejim yang fasis dan rasis saja. Tapi lebih luas lagi… Negeri ini jadi negeri ngeri… Banyak tragedi, perang saudara, buruh-buruh diperas, dieksplioitasi, rumah sakit dan pendidikan begitu komersial, kereta-api sebagai sarana angkutan melayani orang seperti mengangkut binatang. So dari sistem yang fasis, anti demokrasi, terpusat dan korup.. kini menyebar ke sendi-sendi kehidupan bangsa. Kita lupa bagaimana para pejuang dulu mendirikan Indonesia sebagai sebuah nation. Indonesia kan didirikan sebagai kesatuan dari tekad para pemuda yang beragam suku, agama, latar belakang sosialnya itu bersatu membangun sebuah nation! Lalu kita ganti nama, dari Anti Military jadi Marjinal. Kisahnya, ketika Mike dapat nama Marjinal, dia terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan yang mati disiksa militer,” Marsinah..Marsinah… MARJINAL” Kata Marjinal sendiri waktu itu kan belum banyak dipakai untuk menjelaskan posisi orang-orang pinggiran.
- marjinal mengangkat beragam isu sosiopolitikdalam lirik kalian. Bisa cerita
apa misi kalian sebagai band?
Mike Marjinal: Lagi-lagi harus kukatakan dari lubuk hati yang dalam, cieee: “Kita bukan anak band”. Sejak kita membangun AFRA kita memang punya kesadaran melawan sistem politik kotor di negeri ini, khususnya melawan ideologi fasis militeristik rejim Orba. Sejak menjadi Marjinal, kita kembali ke tengah masyarakat, belajar dari keseharian mereka sekaligus jadi inspirasi bagi lagu-lagu yang kita ciptakan. Lirik-lirik iitu kan mengangkat persoalan tetangga, kawan dan masyarakat kita. Kita cuma asal comot apa yang menjadi gelisahkan. Kita cuma jadi cermin, yang merefleksikan segala yang dirasakan masyarakat. Kita selama bertahun-tahun, di kolektif TaringBabi, hidup di tengah kampung Setu Babakan. Awalnya, mereka was-was melihat penampilan kita yang sangar, tapi lama kelamaan masyarakat merasa senang, karena kita ikut gotong-royong, membuat acara Agustusan, workshop sablon dan segala keterampilan cetak-mencetak. Setiap hari, puluhan anak-anak punk dari daerah mana aja datang ke TaringBabi, tapi masyarakat tidak lagi was-was. Pernah gue dengar ibu-ibu bilang,”Anak-anak itu rambutnya aja yang aneh, tapi hatinya baek….” Ibu-ibu juga nggak takut melihat tato, yang penting hatinya kagak bertato!
Dari sini kita kan bisa melihat hidup yang berwarna-warni, kita rayakan perbedaan dengan damai. Band Marjinal itu kan salah satu usaha kita berkomunikasi dengan masyarakat. Album atau kaset yang kita rilis secara indie juga diniatkan untuk membangun komunikasi. Kita nggak nyangka, Marjinal didengar sampai Pulau Siladen nun jauh di Sulawesi Utara sana. Ketika kita diundang main untuk scene punk Manado, kawan-kawan dari Kotamubagu datang, itu kan letaknya di pedalaman. Bayangkan, mereka datang jalan kaki. Ketika ketemu gue, ada yang langsung buka baju memperlihatkan tato bertuliskan Marjinal. Gue terharu, sekaligus bangga dengan semangat persekawanan ini…
Bob OI: Kita maen di mana aja, tidak untuk scene punk doang. Acara ulang tahun, perkawinan, peluncuran buku… Bahkan Mike sering bilang, acara apa pun kita main, ini ruang untuk berkomunikasidan silaturahmi, memperluas kesadaran kita sebagai nation, usaha kita saling belajar dan bekerja sama-sama. Pernah seorang guru, namanya Pak Sukri, dari STM YZA, Ciawi nyari-nyari alamat kita, nyasar ke sana-kemari, niatnya mengundang kita main untuk acara sekolahnya, karena murid-muridnya minta Marjinal main untuk acara perpisahan. Ditawari band lain, mereka nggak mau. Sebelum main, kita selalu membuat work-shop cukil kayu (wood cut). Mereka sangat antusias mencetak kaos polos dengan desain cukil kayu. Kalau ada waktu, kita bisa main di mana saja, asal kebebasan kita enggak dibelejeti. Karena dari kebebasan itu kita ada. Kebebasan yang mengatur diri kita sekaligus respect dengan kebebasan orang lain.
- Arti punk buat kalian?
Bob OI: Kita bikin desain kaos: Pemuda Urakan Nan Kreatif (PUNK). Ya, itulah tafsir kita untuk punk walau kata itu muncul pertama di Inggris dari sebuah karya William Shakespeare, The Marriage of Lady Windsor .Sebagai sub-kultur, Punk berkembang tahun 80-an. Punk sebagai gerakan mengunggulkan rasa toleransi dan kebebasan. Punk, sebagai sang pemula, yang pertama meneriakkan ketidakadilan dan perlawanan terhadap sistem yang korup.
-Apa arti menjadi politikal bagi kalian?
Mike Marjinal: Berusaha terlibat dengan realitas, melawan sistem yang korup, dan berusaha melakukan perubahan yang lebih baik dari hal yang terkecil, teman, keluarga, tetangga, dst.
-bagaimana kalian menjalankan etos dan prinsip yang tumbuh dan berkembang
dalam punk rock seperti konsep D.I.Y hingga beragam bentuk kesadaran
sosiopolitikal dalam keseharian baik secara personal maupun sebagai band?
Mike Marjinal: Do It Yourself itu kan sesuatu yang ideal, sehingga kita mampu berjalan di kaki sendiri, nggak tergantung dengan sistem yang nggak berkeadilan. DIY, sebenarnya kan sudah ada dalam etos perlawanan dalam budaya kita. Suku Samin di Jawa Tengah dan sekitarnya itu sudah DIY, membuat peradabannya sendiri ketika daerah-daerah lain ditindas kolonial Belanda. Mereka menanam benih, memanen dan membuat rumah secara bersama untuk kebutuhan bersama. DIY harus dilihat dalam konteks seperti itu di sini. Kita kan nggak harus copy-paste DIY yang ada di England sono, yang ditafsirkan hanya anti ini dan anti itu. Menurut gue sih, DIY itu bertolak dari Kebebasan. DIY itu bukan aturan dan aturan, seperti menolak media mainstream, TV, sponsor, dlsb. Semua hal harus dilihat hubungan sebab dan akibatnya, bukan cuma slogan anti ini dan anti itu: anti TV nasional sini tapi nongol di TV asing dengan alasan solidaritas internasional. Ini sih cipoa! Gue prihatin dengan kondisi kayak gini. Sudah lama scene punk nggak pernah mendiskusikan hal-hal yang mendasar seperti ini. Ayo kita bicara, dengan argumen yang cerdas. Tahun lalu, sebuah televisi swasta nasional meminta Marjinal sebagai nara sumber untuik sesi acara bertajuk Punk. Kru TV datang ke kita, bertanya ini dan itu dan membuat liputan kegiatan sehari-hari di kolektif TaringBabi. Ya, kita menerima dengan terbuka dan apa adanya. Tapi sebelum acara itu ditayangkan, Marjinal disembur fitnah yang keji, dianggap tidak DIY karena bekerjasama dengan media mainstream…Blaut! Kita jadi narasumber bukan untuk promosi album atau ngomong tentang isi perut band, tidak! Jadi, semua itu harus dilihat konteksnya, hubungan sebab dan akibatnya. Kalau kita kerja kita dapat duit, tapi kalau kita diundang main band, coba aja tanya yang ngundang, kita nggak pernah memberatkan tuan rumah. Paling-paling cuma dapet ongkos balik, sekedar makan-makan bareng sedunia ha..ha..ha..
Selama ini, kita hidup bukan dari band. Kita bertahan hidup dan menjalankan aktivitas dari karya yang kita jual. Desain, sablon kaos, kaset,atau nyari duit di luar. Gue kadang ngajar atau dapat kerjaan menggambar di sekolah-sekolah. Gue melukis potret. Ableh selain nyablon juga ngojek. Begitulah kenyataannya… Lagi-lagi harus ogut bilang, “Kite bukan anak band”
-pandangan akan kondisi obyektif scene punk rock lokal sekarang?
Bob Oi: Ada yang hilang dalam scene punk sekarang: diskusi. Dulu kan sempat banyak zine yang terbit, sekarang terbit tempo-tempo dan banyak nggak terbitnya, kalau pun terbit materi tulisannya adalah tulisan-tulisan yang lama, itu pun sebagian besar hasil terjemahan dari zine luar, ya… masih copy-paste!
Implikasinya scene punk nggak pernah belajar mendiskusikan persoalan-persoalan yang mendasar, misalnya tafsir tentang DIY di Indonesia dalam konteks sekarang ini. Scene punk masih bergairah dengan fashion-nya, itu yang kenceng… Padahal itu kan semua simbolis sifatnya, yang harus diungkap menjadi sebuah pengalaman dan kesadaran. Kenapa rambut mohawk ala Indian, misalnya, itu suatu bentuk solidaritas terhadap suku Indian di Amerika yang tertindas dan termarjinalkan. Mengapa punk pakai sepatu boot… Itu suatu perlawanan terhadap militer, kita pakai atribut sepatu boot untuk nginjek lumpur jalanan pasar, ngebersihin got, nginjek tokai! Yang kayak-kayak gitu belum dipahami… Orientasi punk di sini masih sebatas ngeband, main musik, ngobrolnya atau gosip=gosipnya pun masih seputar itu. Punk rock itu genre musik titik. Sedangkan punk adalah way of life, yang ngebentuk karakter kita untuk terus melawan terhadap sistem yang nggak berkeadilan dan mandiri: Pemuda Urakan Nan Kreatif, yang mengedepankan kesetaraan, menolak hirarki. Jadi nggak ada senior dan junior dalam scene punk. Semua bisa saling belajar. Bukan saling menindas, dengan melarang ini dan itu. Tidak ada polisi dalam scene punk. Kalau punk penuh aturan dan aturan yang memblejeti kebebasan… Gua orang pertama yang menyatakan diri bukan punk! Mendingan jadi nelayan di Cilincing mancing ikan di tengah laut, nggak ada yang ngelarang!
-Seberapa besar ekspektasi kalian bahwa musik kalian bisa membawa perubahan
dalam masyarakat?
Mike Marjinal: Harapan terhadap perubahan yang diekspresikan lewat musik selalu menggelora di jiwa kita. Ketika sistem yang menindas dan korup ini merajalela, orang-orang kan selalu gelisah mencari katup pembebasan, minimal lewat musik yang didengar nyangkut di hati menjadi inspirasi untuk perubahan hidup yang lebih baik. Semua itu menjadi kesadaran yang ngasih energi, daya hidup, agar tetap survive di tengah negeri ngeri ini, dan bangkit untuk memperbaiki apa yang rusak atau selesai dalam diri kita, rumah dan lingkungan kita. Musik membentuk karakter individu yang kuat, memimpin dirinya atau rumahtangga/lingkungannya melakukan perubahan. Dari individu-individu berkarakter inilah akan dihasilkan kolektif yang kuat saling berbagi dan menolong yang lemah atau miskin. Kemiskinan kita kan tidak alamiah. Bayangkan Indonesia kan kaya, tapi kenapa kita miskin? Karena individunya lemah. Kita terlalu asyik bergerombol nonton orang ngeduk kekayaan Indonesia, kita lebih senang ongkang-ongkang dapat komisi 10 persen, yang kemudian diributkan. Hentikan itu semua! Ayo, kerja! Kalau kita kerja, niscaya karakter kita kuat! Sukarno dulu sering bicara tentang Berdikari, berdiri di kaki sendiri. Jauh sebelum DIY dikumandangkan di England sono!
Marjinal peduli dengan nation ini. Kita berusaha menulis lirik dalam bahasa Indonesia, karena kita peduli dengan nation ini, ingat Sumpah Pemuda. Awalnya, banyak yang mencibir, kok band punk liriknya pake bahasa Indonesia! Musik bagi kita kan salah satu jalan untuk berkomunikasi. Liriknya harus dipahami orang Indonesia dong. Musiknya boleh aja gado-gado, mau gambang kromong kek atau pake calung seperti Punk Lung dari Cicalengka, itu sangat kreatif, Atau terpengaruh geberan band-band punk sono, tapi lirik harus bahasa Indonesia walaupun nggak harus benar dan baik seperti yang dislogankan pemerintah. Musik itu selain enak didengar, untuk senang-senang tapi harus punya tujuan yang jelas yang diungkapkan lewat pesan yang memberi inspirasi untuk masyarakat. Kita meniru jejak Benyamin S. Semangat bang Ben serta perjuangannya, kita ambil. Terlepas genre musiknya, Benyamin.S bisa dibilang punk sejati.
-Selain lewat musik apa aksi konkrit kalian untuk mengaplikasikan lirik dan
kesadaran sosiopolitik yang kalian sampaikan?
Bob OI: Aksi kongkrit kita, ya lebih dekat dengan masyarakat dengan membuka ruang-ruang kreatif: bikin workshop cukil kayu di gigs, ikut aktif dalam kegiatan gotong-royong. Bikin pelatihan keterampilan sablon, creative-writing, teater, melukis dan berpameran di ruang-ruang publik dan sekolah. Selain membuka ruang dialog dengan memaksimalkan media audio-visual, kayak bikin film pendek tapi bukan pendek pikiran lho.. he..he…he… Semua itu sebagai langkah awal untuk berdialog dengan masyarakat. Tujuannya bukan cuma hal yang politis doang, kita belajar, berkarya, dan bekerja sama-sama. Sehingga masyarakat terlibat dalam proses kreatif kita!
-Bagimana masyarakat disekitarnya memandang dan menerima kalian?
Mike Marjinal:Masyarakat, terutama ibu-ibu, sayang banget ama Marjinal. Kalau kita bikin acara, ibu-ibu di Gang Setia Budi, Srengsengsawah yang bantuin masak-masak. Ibu-ibu pun latihan bina vokalia bareng kita untuk kegiatan panggung Tujuhbelasan. Anak-anak muda mulai belajar nyablon, bikin tato temporer atau bikin distro di sekitar danau Setu Babakan, daerah tujuan wisata lokal itu karena di sono ada wisata perkampungan Betawi.
Bob OI: Pernah sekali gue bawa ransel gede lewat gang mau ke jalan raya. Ada yang nanya mau kemana, tiba-tiba mood becanda gue kumat,”Saya mau pindah, Bu! Kebetulan nih mau pamitan sekalian…” Ibu itu langsung protes: gue nggak boleh pindah rumah, karena dia demen ngeliat keberadaan punk di Gang. Setiabudi. Dia langsung narik-narik ransel gue sambil mau nangis. Akhirnya, gue nggak tega, gue bilang sebenarnya isi tas itu cuma kaos-kaos yang mau didistribusikan ke distro-distro, si ibu pun baru bisa ketawa… Begitulah, kita banyak berhutang budi dengan masyarakat di sana. Ada Babak Jaya yang sudah kami anggap orangtua, ada Pak Maman yang punya kontrakan yang ngasih kebebasan menggunakan rumah itu untuk aktifitas work-shop anak-anak muda, ada anak-anak TK dan SD yang datang tiap sore latihan main jimbe, ada tamu-tamu dari Jerman seperti Mash mahasiswi antropologi Humbolt University, Berlin yang sedang bikin penelitian tentang komunitas punk di Indonesia, atau tamu dari Amerika, Kanada, Prancis, dan tamu-tamu silih berganti kawan-kawan street punk atawa punk kentrung dari Kali Pasir, Jembatan Lima, Kota, Senen, Manggarai, Matraman, Blok M, Meruya, yang datang tukar cerita setelah seharuian ngamen atau kawan-kawan scene punk dari daerah: Porong, Mojokerto,Malang, Blitar, Sukabumi, Bandung, Indramayu, Makasar, Manado, Medan, Pontianak, Ambon, Lampung, Palembang, Batam, sampai Sorong-Papua.
- ada informasi tambahan, rencana kedepan atau proyek lain?
Mike Marjinal: Setelah tour silaturahmi maen di beberapa kota tahun ini: Makasar, Manado, Kotamubagu, Pulau Siladen, Sukabumi, Bali, Cirebon, Bandung, Jampang dan beberapa gigs di pelosok Jakarta, kita sekarang mempersiapkan ngegarap album kelima, masuk studio rekaman di rumah kediaman almarhum Pramoedya Ananta Toer, yang kebetulan cucunya, Adit, adalah drumer Marjinal. KIta juga lagi bergerak berkarya, bikin cukil kayu (wood cut), selama ini karya yang udah banyak tersebar itu akan dipamerkan bulan November di Galeri Nasional, Bentara Budaya Kompas dan Galeri Inisiatif Independent yang diorganisir budayawan Taufik Rahzen. Dateng ya ke pameran ntar… Ada work-shop segala, pokoknya mantrapsss! Selama sebulan bikin pameran di tiga tempat sekaligus!!!! Habis kita kelamaan moloooorrr, sekarang ayo bangun! Banguuuunnn! Mantraps
See Best Friends site!
"wawancara dengan marjinal"
rasanya kurang pas tampa marjinal di blog ini hehehe,walo gw sangat telat dari yang laen tapi yang terpenting adalah argument tentang artikel ini bisa sampai,khususnya tentang punk dari sudut pandang marjinal,karena secara visual gw belon pernah ketemu ma mereka,tapi dari pola pikir logika tentang punk ada persamaam di antara kami!!
berikut ini gw kopipes dari www.koran-marjinal.blogspot.com
tentang kehidupan sehari-hari mereka di komunitas,dan sudut pandang mereka tentang punk!
Pengantar Editor:
Agustus yang lalu, majalah TRAX membuat laporan utama “The Story So Far: 30 Years of Punk Rock”. Farid Amriansyah, reporter Trax, mengajukan beberapa pertanyaan kepada Marjinal lewat e-mail, yang jawabannya kami kira berhak diketahui publik secara utuh.
- agak klise, tapi bisa cerita bagaimana marjinal terbentuk?
Bob OI: Marjinal dibentuk 11 tahun yang silam, pada 22 Desember — bertepatan dengan Hari Ibu di kalender nasional. Sebelas tahun yang lalu, kite ketemu di sebuah kampus grafika di Jakarta Selatan. Awalnya, gue pengen kuliah, tapi makin lama semakin nggak tertarik. Apa yang dipelajari di kampus udeh kita kuasai, gue udah gape menggambar, bikin desain, demikian juga yang laen. Kebanyakan kita ketemu ngobrolin situasi di luar kampus, yang atmospherenya represif, nggak bebas mengeluarkan pendapat atau berekspresi. Lalu kita bangun sebuah jaringan namanya Anti Facist Racist Action (AFRA), yang terlibat adalah kawan-kawan yang mempunyai kesadaran melawan sistem yang fasis banget.
Kita gunakan media visual, lewat poster dari cukil kayu, baliho dan lukisan yang menggugah kesadaran generasi muda, untuk melawan sistem fasis yang diusung Orde Baru. Selain melakukan diskusi, penerbitan newsletter, dan aksi turun ke jalan… Kita secara kebetulan gape juga main musik. Ya, dengan modal gitar n jurus tiga kunci, kita maen musik, bikin lagu sendiri yang berangkat dari kenyataan hidup sehari-hari.
Mike Marjinal:Lalu kita namakan kelompok itu Anti Military. Dalam perkembangannya, Anty Military dipahami orang-orang sebagai sebuah band akhirnya… Padahal kita bukan anak band! Musik ini kan sebagai alat komunikasi kepada khalayak yang lebih luas, lebih asyik.. medium menyampaikan pesan dan jadi inspirasi untuk anak-anak di pergerakan ke depan, ketika melihat kenyataan kehidupan sosial-politik dikangkangi rejim yang fasis militeristik. Dari awal, kesadaran kita bukan sebagai anak band.
Setelah Harto digulingkan, kita melihat dimensi yang lebih luas lagi. Persoalannya bukan lagi rejim yang fasis dan rasis saja. Tapi lebih luas lagi… Negeri ini jadi negeri ngeri… Banyak tragedi, perang saudara, buruh-buruh diperas, dieksplioitasi, rumah sakit dan pendidikan begitu komersial, kereta-api sebagai sarana angkutan melayani orang seperti mengangkut binatang. So dari sistem yang fasis, anti demokrasi, terpusat dan korup.. kini menyebar ke sendi-sendi kehidupan bangsa. Kita lupa bagaimana para pejuang dulu mendirikan Indonesia sebagai sebuah nation. Indonesia kan didirikan sebagai kesatuan dari tekad para pemuda yang beragam suku, agama, latar belakang sosialnya itu bersatu membangun sebuah nation! Lalu kita ganti nama, dari Anti Military jadi Marjinal. Kisahnya, ketika Mike dapat nama Marjinal, dia terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan yang mati disiksa militer,” Marsinah..Marsinah… MARJINAL” Kata Marjinal sendiri waktu itu kan belum banyak dipakai untuk menjelaskan posisi orang-orang pinggiran.
- marjinal mengangkat beragam isu sosiopolitikdalam lirik kalian. Bisa cerita
apa misi kalian sebagai band?
Mike Marjinal: Lagi-lagi harus kukatakan dari lubuk hati yang dalam, cieee: “Kita bukan anak band”. Sejak kita membangun AFRA kita memang punya kesadaran melawan sistem politik kotor di negeri ini, khususnya melawan ideologi fasis militeristik rejim Orba. Sejak menjadi Marjinal, kita kembali ke tengah masyarakat, belajar dari keseharian mereka sekaligus jadi inspirasi bagi lagu-lagu yang kita ciptakan. Lirik-lirik iitu kan mengangkat persoalan tetangga, kawan dan masyarakat kita. Kita cuma asal comot apa yang menjadi gelisahkan. Kita cuma jadi cermin, yang merefleksikan segala yang dirasakan masyarakat. Kita selama bertahun-tahun, di kolektif TaringBabi, hidup di tengah kampung Setu Babakan. Awalnya, mereka was-was melihat penampilan kita yang sangar, tapi lama kelamaan masyarakat merasa senang, karena kita ikut gotong-royong, membuat acara Agustusan, workshop sablon dan segala keterampilan cetak-mencetak. Setiap hari, puluhan anak-anak punk dari daerah mana aja datang ke TaringBabi, tapi masyarakat tidak lagi was-was. Pernah gue dengar ibu-ibu bilang,”Anak-anak itu rambutnya aja yang aneh, tapi hatinya baek….” Ibu-ibu juga nggak takut melihat tato, yang penting hatinya kagak bertato!
Dari sini kita kan bisa melihat hidup yang berwarna-warni, kita rayakan perbedaan dengan damai. Band Marjinal itu kan salah satu usaha kita berkomunikasi dengan masyarakat. Album atau kaset yang kita rilis secara indie juga diniatkan untuk membangun komunikasi. Kita nggak nyangka, Marjinal didengar sampai Pulau Siladen nun jauh di Sulawesi Utara sana. Ketika kita diundang main untuk scene punk Manado, kawan-kawan dari Kotamubagu datang, itu kan letaknya di pedalaman. Bayangkan, mereka datang jalan kaki. Ketika ketemu gue, ada yang langsung buka baju memperlihatkan tato bertuliskan Marjinal. Gue terharu, sekaligus bangga dengan semangat persekawanan ini…
Bob OI: Kita maen di mana aja, tidak untuk scene punk doang. Acara ulang tahun, perkawinan, peluncuran buku… Bahkan Mike sering bilang, acara apa pun kita main, ini ruang untuk berkomunikasidan silaturahmi, memperluas kesadaran kita sebagai nation, usaha kita saling belajar dan bekerja sama-sama. Pernah seorang guru, namanya Pak Sukri, dari STM YZA, Ciawi nyari-nyari alamat kita, nyasar ke sana-kemari, niatnya mengundang kita main untuk acara sekolahnya, karena murid-muridnya minta Marjinal main untuk acara perpisahan. Ditawari band lain, mereka nggak mau. Sebelum main, kita selalu membuat work-shop cukil kayu (wood cut). Mereka sangat antusias mencetak kaos polos dengan desain cukil kayu. Kalau ada waktu, kita bisa main di mana saja, asal kebebasan kita enggak dibelejeti. Karena dari kebebasan itu kita ada. Kebebasan yang mengatur diri kita sekaligus respect dengan kebebasan orang lain.
- Arti punk buat kalian?
Bob OI: Kita bikin desain kaos: Pemuda Urakan Nan Kreatif (PUNK). Ya, itulah tafsir kita untuk punk walau kata itu muncul pertama di Inggris dari sebuah karya William Shakespeare, The Marriage of Lady Windsor .Sebagai sub-kultur, Punk berkembang tahun 80-an. Punk sebagai gerakan mengunggulkan rasa toleransi dan kebebasan. Punk, sebagai sang pemula, yang pertama meneriakkan ketidakadilan dan perlawanan terhadap sistem yang korup.
-Apa arti menjadi politikal bagi kalian?
Mike Marjinal: Berusaha terlibat dengan realitas, melawan sistem yang korup, dan berusaha melakukan perubahan yang lebih baik dari hal yang terkecil, teman, keluarga, tetangga, dst.
-bagaimana kalian menjalankan etos dan prinsip yang tumbuh dan berkembang
dalam punk rock seperti konsep D.I.Y hingga beragam bentuk kesadaran
sosiopolitikal dalam keseharian baik secara personal maupun sebagai band?
Mike Marjinal: Do It Yourself itu kan sesuatu yang ideal, sehingga kita mampu berjalan di kaki sendiri, nggak tergantung dengan sistem yang nggak berkeadilan. DIY, sebenarnya kan sudah ada dalam etos perlawanan dalam budaya kita. Suku Samin di Jawa Tengah dan sekitarnya itu sudah DIY, membuat peradabannya sendiri ketika daerah-daerah lain ditindas kolonial Belanda. Mereka menanam benih, memanen dan membuat rumah secara bersama untuk kebutuhan bersama. DIY harus dilihat dalam konteks seperti itu di sini. Kita kan nggak harus copy-paste DIY yang ada di England sono, yang ditafsirkan hanya anti ini dan anti itu. Menurut gue sih, DIY itu bertolak dari Kebebasan. DIY itu bukan aturan dan aturan, seperti menolak media mainstream, TV, sponsor, dlsb. Semua hal harus dilihat hubungan sebab dan akibatnya, bukan cuma slogan anti ini dan anti itu: anti TV nasional sini tapi nongol di TV asing dengan alasan solidaritas internasional. Ini sih cipoa! Gue prihatin dengan kondisi kayak gini. Sudah lama scene punk nggak pernah mendiskusikan hal-hal yang mendasar seperti ini. Ayo kita bicara, dengan argumen yang cerdas. Tahun lalu, sebuah televisi swasta nasional meminta Marjinal sebagai nara sumber untuik sesi acara bertajuk Punk. Kru TV datang ke kita, bertanya ini dan itu dan membuat liputan kegiatan sehari-hari di kolektif TaringBabi. Ya, kita menerima dengan terbuka dan apa adanya. Tapi sebelum acara itu ditayangkan, Marjinal disembur fitnah yang keji, dianggap tidak DIY karena bekerjasama dengan media mainstream…Blaut! Kita jadi narasumber bukan untuk promosi album atau ngomong tentang isi perut band, tidak! Jadi, semua itu harus dilihat konteksnya, hubungan sebab dan akibatnya. Kalau kita kerja kita dapat duit, tapi kalau kita diundang main band, coba aja tanya yang ngundang, kita nggak pernah memberatkan tuan rumah. Paling-paling cuma dapet ongkos balik, sekedar makan-makan bareng sedunia ha..ha..ha..
Selama ini, kita hidup bukan dari band. Kita bertahan hidup dan menjalankan aktivitas dari karya yang kita jual. Desain, sablon kaos, kaset,atau nyari duit di luar. Gue kadang ngajar atau dapat kerjaan menggambar di sekolah-sekolah. Gue melukis potret. Ableh selain nyablon juga ngojek. Begitulah kenyataannya… Lagi-lagi harus ogut bilang, “Kite bukan anak band”
-pandangan akan kondisi obyektif scene punk rock lokal sekarang?
Bob Oi: Ada yang hilang dalam scene punk sekarang: diskusi. Dulu kan sempat banyak zine yang terbit, sekarang terbit tempo-tempo dan banyak nggak terbitnya, kalau pun terbit materi tulisannya adalah tulisan-tulisan yang lama, itu pun sebagian besar hasil terjemahan dari zine luar, ya… masih copy-paste!
Implikasinya scene punk nggak pernah belajar mendiskusikan persoalan-persoalan yang mendasar, misalnya tafsir tentang DIY di Indonesia dalam konteks sekarang ini. Scene punk masih bergairah dengan fashion-nya, itu yang kenceng… Padahal itu kan semua simbolis sifatnya, yang harus diungkap menjadi sebuah pengalaman dan kesadaran. Kenapa rambut mohawk ala Indian, misalnya, itu suatu bentuk solidaritas terhadap suku Indian di Amerika yang tertindas dan termarjinalkan. Mengapa punk pakai sepatu boot… Itu suatu perlawanan terhadap militer, kita pakai atribut sepatu boot untuk nginjek lumpur jalanan pasar, ngebersihin got, nginjek tokai! Yang kayak-kayak gitu belum dipahami… Orientasi punk di sini masih sebatas ngeband, main musik, ngobrolnya atau gosip=gosipnya pun masih seputar itu. Punk rock itu genre musik titik. Sedangkan punk adalah way of life, yang ngebentuk karakter kita untuk terus melawan terhadap sistem yang nggak berkeadilan dan mandiri: Pemuda Urakan Nan Kreatif, yang mengedepankan kesetaraan, menolak hirarki. Jadi nggak ada senior dan junior dalam scene punk. Semua bisa saling belajar. Bukan saling menindas, dengan melarang ini dan itu. Tidak ada polisi dalam scene punk. Kalau punk penuh aturan dan aturan yang memblejeti kebebasan… Gua orang pertama yang menyatakan diri bukan punk! Mendingan jadi nelayan di Cilincing mancing ikan di tengah laut, nggak ada yang ngelarang!
-Seberapa besar ekspektasi kalian bahwa musik kalian bisa membawa perubahan
dalam masyarakat?
Mike Marjinal: Harapan terhadap perubahan yang diekspresikan lewat musik selalu menggelora di jiwa kita. Ketika sistem yang menindas dan korup ini merajalela, orang-orang kan selalu gelisah mencari katup pembebasan, minimal lewat musik yang didengar nyangkut di hati menjadi inspirasi untuk perubahan hidup yang lebih baik. Semua itu menjadi kesadaran yang ngasih energi, daya hidup, agar tetap survive di tengah negeri ngeri ini, dan bangkit untuk memperbaiki apa yang rusak atau selesai dalam diri kita, rumah dan lingkungan kita. Musik membentuk karakter individu yang kuat, memimpin dirinya atau rumahtangga/lingkungannya melakukan perubahan. Dari individu-individu berkarakter inilah akan dihasilkan kolektif yang kuat saling berbagi dan menolong yang lemah atau miskin. Kemiskinan kita kan tidak alamiah. Bayangkan Indonesia kan kaya, tapi kenapa kita miskin? Karena individunya lemah. Kita terlalu asyik bergerombol nonton orang ngeduk kekayaan Indonesia, kita lebih senang ongkang-ongkang dapat komisi 10 persen, yang kemudian diributkan. Hentikan itu semua! Ayo, kerja! Kalau kita kerja, niscaya karakter kita kuat! Sukarno dulu sering bicara tentang Berdikari, berdiri di kaki sendiri. Jauh sebelum DIY dikumandangkan di England sono!
Marjinal peduli dengan nation ini. Kita berusaha menulis lirik dalam bahasa Indonesia, karena kita peduli dengan nation ini, ingat Sumpah Pemuda. Awalnya, banyak yang mencibir, kok band punk liriknya pake bahasa Indonesia! Musik bagi kita kan salah satu jalan untuk berkomunikasi. Liriknya harus dipahami orang Indonesia dong. Musiknya boleh aja gado-gado, mau gambang kromong kek atau pake calung seperti Punk Lung dari Cicalengka, itu sangat kreatif, Atau terpengaruh geberan band-band punk sono, tapi lirik harus bahasa Indonesia walaupun nggak harus benar dan baik seperti yang dislogankan pemerintah. Musik itu selain enak didengar, untuk senang-senang tapi harus punya tujuan yang jelas yang diungkapkan lewat pesan yang memberi inspirasi untuk masyarakat. Kita meniru jejak Benyamin S. Semangat bang Ben serta perjuangannya, kita ambil. Terlepas genre musiknya, Benyamin.S bisa dibilang punk sejati.
-Selain lewat musik apa aksi konkrit kalian untuk mengaplikasikan lirik dan
kesadaran sosiopolitik yang kalian sampaikan?
Bob OI: Aksi kongkrit kita, ya lebih dekat dengan masyarakat dengan membuka ruang-ruang kreatif: bikin workshop cukil kayu di gigs, ikut aktif dalam kegiatan gotong-royong. Bikin pelatihan keterampilan sablon, creative-writing, teater, melukis dan berpameran di ruang-ruang publik dan sekolah. Selain membuka ruang dialog dengan memaksimalkan media audio-visual, kayak bikin film pendek tapi bukan pendek pikiran lho.. he..he…he… Semua itu sebagai langkah awal untuk berdialog dengan masyarakat. Tujuannya bukan cuma hal yang politis doang, kita belajar, berkarya, dan bekerja sama-sama. Sehingga masyarakat terlibat dalam proses kreatif kita!
-Bagimana masyarakat disekitarnya memandang dan menerima kalian?
Mike Marjinal:Masyarakat, terutama ibu-ibu, sayang banget ama Marjinal. Kalau kita bikin acara, ibu-ibu di Gang Setia Budi, Srengsengsawah yang bantuin masak-masak. Ibu-ibu pun latihan bina vokalia bareng kita untuk kegiatan panggung Tujuhbelasan. Anak-anak muda mulai belajar nyablon, bikin tato temporer atau bikin distro di sekitar danau Setu Babakan, daerah tujuan wisata lokal itu karena di sono ada wisata perkampungan Betawi.
Bob OI: Pernah sekali gue bawa ransel gede lewat gang mau ke jalan raya. Ada yang nanya mau kemana, tiba-tiba mood becanda gue kumat,”Saya mau pindah, Bu! Kebetulan nih mau pamitan sekalian…” Ibu itu langsung protes: gue nggak boleh pindah rumah, karena dia demen ngeliat keberadaan punk di Gang. Setiabudi. Dia langsung narik-narik ransel gue sambil mau nangis. Akhirnya, gue nggak tega, gue bilang sebenarnya isi tas itu cuma kaos-kaos yang mau didistribusikan ke distro-distro, si ibu pun baru bisa ketawa… Begitulah, kita banyak berhutang budi dengan masyarakat di sana. Ada Babak Jaya yang sudah kami anggap orangtua, ada Pak Maman yang punya kontrakan yang ngasih kebebasan menggunakan rumah itu untuk aktifitas work-shop anak-anak muda, ada anak-anak TK dan SD yang datang tiap sore latihan main jimbe, ada tamu-tamu dari Jerman seperti Mash mahasiswi antropologi Humbolt University, Berlin yang sedang bikin penelitian tentang komunitas punk di Indonesia, atau tamu dari Amerika, Kanada, Prancis, dan tamu-tamu silih berganti kawan-kawan street punk atawa punk kentrung dari Kali Pasir, Jembatan Lima, Kota, Senen, Manggarai, Matraman, Blok M, Meruya, yang datang tukar cerita setelah seharuian ngamen atau kawan-kawan scene punk dari daerah: Porong, Mojokerto,Malang, Blitar, Sukabumi, Bandung, Indramayu, Makasar, Manado, Medan, Pontianak, Ambon, Lampung, Palembang, Batam, sampai Sorong-Papua.
- ada informasi tambahan, rencana kedepan atau proyek lain?
Mike Marjinal: Setelah tour silaturahmi maen di beberapa kota tahun ini: Makasar, Manado, Kotamubagu, Pulau Siladen, Sukabumi, Bali, Cirebon, Bandung, Jampang dan beberapa gigs di pelosok Jakarta, kita sekarang mempersiapkan ngegarap album kelima, masuk studio rekaman di rumah kediaman almarhum Pramoedya Ananta Toer, yang kebetulan cucunya, Adit, adalah drumer Marjinal. KIta juga lagi bergerak berkarya, bikin cukil kayu (wood cut), selama ini karya yang udah banyak tersebar itu akan dipamerkan bulan November di Galeri Nasional, Bentara Budaya Kompas dan Galeri Inisiatif Independent yang diorganisir budayawan Taufik Rahzen. Dateng ya ke pameran ntar… Ada work-shop segala, pokoknya mantrapsss! Selama sebulan bikin pameran di tiga tempat sekaligus!!!! Habis kita kelamaan moloooorrr, sekarang ayo bangun! Banguuuunnn! Mantraps
See Best Friends site!
Kisah Sederhana, Sebuah Realita Kaum Marjinal.
judulnya “pelanggan” saya tidak akan menulis kembali cerita itu, tapi hanya sekedar mengullas kenapa tulisan itu sangat menarik bagi saya (pandangan amat sangat subjektif, hehhehe ^,^). tulisan itu membawa saya kepada seapasang suami istri yang kesulitan untuk menguburkan anaknya di jogja.
malam itu sebenarnya saya bersama seseorang berniat menjenguk salah seorang teman yang di rawat di salah satu Rumah Sakit di jogja. tapi karena waktu jenguk sudah habis, hanya orang yang memegang kartu masuk sebagai penunggu pasien saja yang berhak masuk. sayangnya kami berdua tidak memiliki kartu tersebut, akhirnya dengan berbagai alasan kepada satpam penunggu pintu (serem.. kaya hantu aja penunggu…)salah satu dari kami boleh masuk untuk mengambil kartu sementara. saya sendiri memutuskan untuk menunggu di luar (yaa… teras RS tsb lah…), walau pada saat itu rintik grimis cukup deras.
ga lama setelah suasana dingin menusuk ke tulang, ada seorang wanita lusuh menangis histeris di dampingi seorang pria di sampingnya dengan tangan kiri mengepal keras dan tangan kanan memegang bahu wanita itu dengan erat, wajahnya masih sanggup untuk mencoba menatap lurus walau terlihat guratan kesedihan jelas tergambar di wajahnya. saya masih duduk sambil mencoba merapatkan kaki dan menyilangkan tangan didada, sekedar menahan dingin. entah apa yang terjadi dengan sepasang -yang menurut saya- suami-istri tersebut. saya mencoba bersikap acuh sambil mengomel dalam hati, teman yang tadi masuk untuk mengambil “boarding pass” Rumah Sakit belum juga muncul.
lamunan saya tentang teman tadi seketika pecah ketika seorang tukang parkir berujar
“kasihan ya mereka, udah anaknya mati, ga bisa di kubur lagi” ,
kalimat tukang parkir yang di tunjukan kepada para tukang becak dan sopir taksi yang mangkal di depan RS tersebut membuat saya yang duduk agak jauh mencoba untuk menggeser duduk saya mendekati “rumpian” para “transporter”, suara rintik grimis yang sudah agak mereda saya coba hilangkan dan menggantinya dengan memfokuskan telinga kanan saya dengan pembicaraan mereka tadi, lamunan teman yang tak kunjung kembali saya ganti dengan berkonsentrasi pada topik pembicaraan mereka.
hampir 15 menit saya mencoba memahami apa yang sedang sopir, tukang becak, tukang parkir itu bicarakan, dari pembicaraan mereka ada satu garis kesimpulan yang sama yang sedang mereka fikirkan atau bahkan mungkin takutkan. tentang nasib mereka yang mungkin sama seperti apa yang suami-istri tadi rasakan.
ternyata sepasang suami-istri tadi sedang menangisi anak mereka yang telah meninggal. anaknya meninggal terkena Demam Berdarah, dan tidak dapat tertolong setelah di rawat 2 hari di Rumah Sakit, dan bukan hanya itu saja, bahwa mereka harus mengalami sebuah kenyatan pahit anaknya tidak bisa di bawa pulang karena biyaya Rumah Sakit harus dilaunasi dahulu sebelum jenazah anaknya diambil, menurut bocoran satpam RS, biaya’y meliputi ICU selama dua hari dan 3 kantong darah, belum lagi biyaya obat serta suntik, yang menyentuh juta dan saya yakin biaya Rumah Sakit untuk anak mereka masih lebih murah di banding sebuah Blackberry yang di pegang anak ABG yang tidak merasa terganggu dengan suara tangis di ruang administrasi, wajah ABG itu tetap tersenyum kecil tanpa pernah sekalipun melepas tatapannya dari layar gadget berharga mahal itu.
masalah suami-istri itu tidak hanya kematian anaknya dan biaya Rumah Sakit, tapi juga soal penguburan jenazah. jenazah itu harus di bawa ke pekalongan karena tidak dapat di kubur di jogja, biasa persoalan classic, mereka tidak punya KTP jogja dan secara administrasi mereka tidak punya tempat tinggal tetap di jogja. sebenarnya ada jalan keluar, yaitu jenazah bisa di kubur di hogja dengan membayar biaya pemakaman dan tempat di TPU. sayangnya hal itu juga tidak dapat di lakuakn karena harga pemakaman di TPU hampir sama dengan biaya sewa mobil jenazah ke pekalongan. tunggu dulu, itu terlalu jauh, sumai-sitri ini masih belum menemukan jalan keluar bagaimana mengeluarkan jenazah anaknya dari Rumah Sakit.
hawa dingin yang tadi menusuk tulang sudah tak terasa lagi, bukan saja karena gerimis sudah reda, tapi hati yang memanas, bukan juga karena melihat realita sosial, tapi saya marah kepada diri sendiri karena tidak mamu membantu mereka. pikiran saya melayang kepada orang-orang kaya serakah, koruptor busuk, DPR yang di cekoki uang rakyat, pemerintahan yang tak beradab dan apa saja hingga pikiran menjadi amat liar sampai bernani menggugat Tuhan (astagfirullah….).
“ziz,”
suara itu sangat saya kenal, ya suara teman yang tadi berangkat bersma ke Rumah Sakit, teman yang meninggalkan saya kedinginan di luar, teman yang membuat saya mendengar dan menyaksikan kisah tragis ini
“ziz”
suara itu kembali terdengar,
“eh, nglamun aja, ayo balik”
ah sialan belum juga masuk menjenguk teman yang sakit sudah di ajak pulang
saya coba membela diri,
“lho aku kan blm masuk ?”
“ga usah, yanto udh tidur, ga enak, td aq jg nyasar di dalem, salah kamar” timpalnya,
“ya udah, ayo pulang” ajak ku….
saya coba menengok kembali wajah suami-istri yang dilanda duka cita amat sangat, sesak rasanya hati ingin rasanya meneskan air mata tapi masih kutahan, tapi sepertinya langit sudah menggantikan diriku, sekarang aku tahu kenapa dari tadi rintik grimis begitu deras, mungkin llangit ikut menangis untukk jenazah itu.
Minggu, 04 Juli 2010
DAFTAR HARGA HP HANDPHONE PONSEL
nokia-5233-2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.500.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 3664
Nokia 2710 Navigation Edition
2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.400.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 668
Nokia 6700 Slide
nokia-6700-slide_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.075.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 3190
Nokia 1280
nokia-1280_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 1654
Nokia 1800
nokia-1800-3_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.355.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 1794
Nokia C6
nokia-c6_t1.jpg
Update:18/04/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 13252
Nokia C5
nokia-c5_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 8770
Nokia C3
nokia-c3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 20789
Nokia 7230
nokia-7230_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.450.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ***
Dilihat: 8286
Nokia N97 Mini Gold
nokia-n97-mini-gold_t1.jpg
Update:22/03/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 11318
Nokia 6303i classic
nokia-6303i-classic_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.235.000,-
Harga Bks:Rp.950.000,-
Rating: *****
Dilihat: 6539
Nokia 3806
nokia-3806_t1.jpg
Update:14/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.165.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 2292
Nokia 2690
nokia-2690_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.705.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 6561
Nokia 1616
nokia-1616_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.310.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 4568
Nokia 2220 Slide
nokia-2220_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.560.000,-
Harga Bks:Rp.400.000-
Rating: None
Dilihat: 8496
Nokia X6/X6 16GB
nokia-x6-16gb_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.675.000,-
Harga Bks:Rp.3.100.000,-
Rating: *****
Dilihat: 20577
Nokia X3
nokia-x3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.620.000,-
Harga Bks:Rp.1.300.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33324
Nokia N900
nokia-n900_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.5.400.000,-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 17379
Nokia 5230
nokia-5230_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.1.400.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33110
Nokia 2730 classic
nokia-2730-classic_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.850.000,-
Harga Bks:Rp.650.000,-
Rating: ****
Dilihat: 18646
Nokia 3720
nokia-3720_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.360.000,-
Harga Bks:Rp.1.000.000
Rating: ***
Dilihat: 9967
Nokia N97
nokia-n97_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.4.950.000,-
Harga Bks:Rp.3.500.000,-
Rating: ***
Dilihat: 26124
Nokia N97 Mini
nokia-n97-mini_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.900.000,-
Harga Bks:Rp.3.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 13575
Nokia N86 8MP
nokia-n86_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 9795
Nokia E72
nokia-e72_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.600.000,-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 42872
Nokia E52
nokia-e52_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.1.700.000,-
Rating: **
Dilihat: 14058
Nokia 8800 Sapphire Arte
nokia-8800-sp-arte_t1_1.gif
Update:17/01/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: ***
Dilihat: 14039
Nokia N96
nokia-n96_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.400.000,-
Rating: ****
Dilihat: 23191
Nokia E75
nokia-e75_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.525.000,-
Harga Bks:Rp.2.000.000,-
Rating: ****
Dilihat: 33187
Nokia E90
nokia-e90_t1.gif
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.900.000,-
Rating: ****
Dilihat: 28663
Hal 1 of 10 1 2 3 4 > >>Nokia 5233
nokia-5233-2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.500.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 3664
Nokia 2710 Navigation Edition
2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.400.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 668
Nokia 6700 Slide
nokia-6700-slide_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.075.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 3190
Nokia 1280
nokia-1280_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 1654
Nokia 1800
nokia-1800-3_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.355.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 1794
Nokia C6
nokia-c6_t1.jpg
Update:18/04/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 13252
Nokia C5
nokia-c5_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 8770
Nokia C3
nokia-c3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 20789
Nokia 7230
nokia-7230_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.450.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ***
Dilihat: 8286
Nokia N97 Mini Gold
nokia-n97-mini-gold_t1.jpg
Update:22/03/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 11318
Nokia 6303i classic
nokia-6303i-classic_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.235.000,-
Harga Bks:Rp.950.000,-
Rating: *****
Dilihat: 6539
Nokia 3806
nokia-3806_t1.jpg
Update:14/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.165.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 2292
Nokia 2690
nokia-2690_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.705.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 6561
Nokia 1616
nokia-1616_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.310.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 4568
Nokia 2220 Slide
nokia-2220_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.560.000,-
Harga Bks:Rp.400.000-
Rating: None
Dilihat: 8496
Nokia X6/X6 16GB
nokia-x6-16gb_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.675.000,-
Harga Bks:Rp.3.100.000,-
Rating: *****
Dilihat: 20577
Nokia X3
nokia-x3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.620.000,-
Harga Bks:Rp.1.300.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33324
Nokia N900
nokia-n900_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.5.400.000,-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 17379
Nokia 5230
nokia-5230_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.1.400.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33110
Nokia 2730 classic
nokia-2730-classic_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.850.000,-
Harga Bks:Rp.650.000,-
Rating: ****
Dilihat: 18646
Nokia 3720
nokia-3720_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.360.000,-
Harga Bks:Rp.1.000.000
Rating: ***
Dilihat: 9967
Nokia N97
nokia-n97_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.4.950.000,-
Harga Bks:Rp.3.500.000,-
Rating: ***
Dilihat: 26124
Nokia N97 Mini
nokia-n97-mini_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.900.000,-
Harga Bks:Rp.3.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 13575
Nokia N86 8MP
nokia-n86_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 9795
Nokia E72
nokia-e72_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.600.000,-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 42872
Nokia E52
nokia-e52_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.1.700.000,-
Rating: **
Dilihat: 14058
Nokia 8800 Sapphire Arte
nokia-8800-sp-arte_t1_1.gif
Update:17/01/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: ***
Dilihat: 14039
Nokia N96
nokia-n96_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.400.000,-
Rating: ****
Dilihat: 23191
Nokia E75
nokia-e75_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.525.000,-
Harga Bks:Rp.2.000.000,-
Rating: ****
Dilihat: 33187
Nokia E90
nokia-e90_t1.gif
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.900.000,-
Rating: ****
Dilihat: 28663
Hal 1 of 10 1 2 3 4 > >>Nokia 5233
nokia-5233-2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.500.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 3664
Nokia 2710 Navigation Edition
2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.400.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 668
Nokia 6700 Slide
nokia-6700-slide_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.075.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 3190
Nokia 1280
nokia-1280_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 1654
Nokia 1800
nokia-1800-3_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.355.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 1794
Nokia C6
nokia-c6_t1.jpg
Update:18/04/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 13252
Nokia C5
nokia-c5_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 8770
Nokia C3
nokia-c3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 20789
Nokia 7230
nokia-7230_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.450.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ***
Dilihat: 8286
Nokia N97 Mini Gold
nokia-n97-mini-gold_t1.jpg
Update:22/03/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 11318
Nokia 6303i classic
nokia-6303i-classic_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.235.000,-
Harga Bks:Rp.950.000,-
Rating: *****
Dilihat: 6539
Nokia 3806
nokia-3806_t1.jpg
Update:14/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.165.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 2292
Nokia 2690
nokia-2690_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.705.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 6561
Nokia 1616
nokia-1616_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.310.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 4568
Nokia 2220 Slide
nokia-2220_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.560.000,-
Harga Bks:Rp.400.000-
Rating: None
Dilihat: 8496
Nokia X6/X6 16GB
nokia-x6-16gb_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.675.000,-
Harga Bks:Rp.3.100.000,-
Rating: *****
Dilihat: 20577
Nokia X3
nokia-x3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.620.000,-
Harga Bks:Rp.1.300.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33324
Nokia N900
nokia-n900_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.5.400.000,-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 17379
Nokia 5230
nokia-5230_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.1.400.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33110
Nokia 2730 classic
nokia-2730-classic_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.850.000,-
Harga Bks:Rp.650.000,-
Rating: ****
Dilihat: 18646
Nokia 3720
nokia-3720_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.360.000,-
Harga Bks:Rp.1.000.000
Rating: ***
Dilihat: 9967
Nokia N97
nokia-n97_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.4.950.000,-
Harga Bks:Rp.3.500.000,-
Rating: ***
Dilihat: 26124
Nokia N97 Mini
nokia-n97-mini_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.900.000,-
Harga Bks:Rp.3.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 13575
Nokia N86 8MP
nokia-n86_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 9795
Nokia E72
nokia-e72_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.600.000,-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 42872
Nokia E52
nokia-e52_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.1.700.000,-
Rating: **
Dilihat: 14058
Nokia 8800 Sapphire Arte
nokia-8800-sp-arte_t1_1.gif
Update:17/01/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: ***
Dilihat: 14039
Nokia N96
nokia-n96_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.400.000,-
Rating: ****
Dilihat: 23191
Nokia E75
nokia-e75_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.525.000,-
Harga Bks:Rp.2.000.000,-
Rating: ****
Dilihat: 33187
Nokia E90
nokia-e90_t1.gif
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.900.000,-
Rating: ****
Dilihat: 28663
Hal 1 of 10 1 2 3 4 > >>Nokia 5233
nokia-5233-2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.500.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 3664
Nokia 2710 Navigation Edition
2_t1.jpg
Update:28/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.400.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 668
Nokia 6700 Slide
nokia-6700-slide_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.075.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 3190
Nokia 1280
nokia-1280_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 1654
Nokia 1800
nokia-1800-3_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.355.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 1794
Nokia C6
nokia-c6_t1.jpg
Update:18/04/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 13252
Nokia C5
nokia-c5_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 8770
Nokia C3
nokia-c3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.250.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ****
Dilihat: 20789
Nokia 7230
nokia-7230_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.450.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: ***
Dilihat: 8286
Nokia N97 Mini Gold
nokia-n97-mini-gold_t1.jpg
Update:22/03/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.-
Rating: *****
Dilihat: 11318
Nokia 6303i classic
nokia-6303i-classic_t1.jpeg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.235.000,-
Harga Bks:Rp.950.000,-
Rating: *****
Dilihat: 6539
Nokia 3806
nokia-3806_t1.jpg
Update:14/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.165.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 2292
Nokia 2690
nokia-2690_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.705.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: None
Dilihat: 6561
Nokia 1616
nokia-1616_t1.jpeg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.310.000,-
Harga Bks:Rp.-
Rating: **
Dilihat: 4568
Nokia 2220 Slide
nokia-2220_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.560.000,-
Harga Bks:Rp.400.000-
Rating: None
Dilihat: 8496
Nokia X6/X6 16GB
nokia-x6-16gb_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.675.000,-
Harga Bks:Rp.3.100.000,-
Rating: *****
Dilihat: 20577
Nokia X3
nokia-x3_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.620.000,-
Harga Bks:Rp.1.300.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33324
Nokia N900
nokia-n900_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.5.400.000,-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 17379
Nokia 5230
nokia-5230_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.750.000,-
Harga Bks:Rp.1.400.000,-
Rating: *****
Dilihat: 33110
Nokia 2730 classic
nokia-2730-classic_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.850.000,-
Harga Bks:Rp.650.000,-
Rating: ****
Dilihat: 18646
Nokia 3720
nokia-3720_t1.jpg
Update:27/06/2010
Gr.Resmi:Rp.1.360.000,-
Harga Bks:Rp.1.000.000
Rating: ***
Dilihat: 9967
Nokia N97
nokia-n97_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.4.950.000,-
Harga Bks:Rp.3.500.000,-
Rating: ***
Dilihat: 26124
Nokia N97 Mini
nokia-n97-mini_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.900.000,-
Harga Bks:Rp.3.000.000,-
Rating: *****
Dilihat: 13575
Nokia N86 8MP
nokia-n86_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 9795
Nokia E72
nokia-e72_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.3.600.000,-
Harga Bks:Rp.2.800.000,-
Rating: ***
Dilihat: 42872
Nokia E52
nokia-e52_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.1.700.000,-
Rating: **
Dilihat: 14058
Nokia 8800 Sapphire Arte
nokia-8800-sp-arte_t1_1.gif
Update:17/01/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.4.000.000,-
Rating: ***
Dilihat: 14039
Nokia N96
nokia-n96_t1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.400.000,-
Rating: ****
Dilihat: 23191
Nokia E75
nokia-e75_t1_1.jpg
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.2.525.000,-
Harga Bks:Rp.2.000.000,-
Rating: ****
Dilihat: 33187
Nokia E90
nokia-e90_t1.gif
Update:26/06/2010
Gr.Resmi:Rp.-
Harga Bks:Rp.2.900.000,-
Rating: ****
Dilihat: 28663
Hal 1 of 10 1 2 3 4 > >>v
Selasa, 29 Juni 2010
Senin, 28 Juni 2010
pasang ikan
jurus jitu mengahasilkan $125 dalam semalam
Apakah anda sedang cari uang di internet? Coba renungkan matematika bisnis sederhana ini. Bisnis apa yang Anda pilih: bisnis 30 x $125 ataukah bisnis 3000 x $1,25? Kalau dilihat penghasilan 'kan sama, yaitu $3750. Bedanya, pola bisnis yang pertama, kita hanya perlu sedikit saja transaksi, yaitu 30 saja. Sedangkan pola…
Terdapat pada: Peluang Usaha, uang gratis, bisnis tanpa modal, kaya mendadak, kerja sampingan, kaya dalam semalam
$1000 per bulan hanya dengan bisnis sederhana
mau penghasilan $1000 dalam waktu sebulan, dan itu pun hanya dengan melakukan bisnis sederhana dan bisa di kelola dimana2, yang anda perlukan hanya sebuah komitmen dan tekun, jika anda tertarik silakan kunjungi kami di http://currentbusiness.info/hosting
Terdapat pada: Peluang Usaha, uang gratis, bisnis hosting, kaya mendadak, kerja sampingan, kaya dalam sebulan
Kontes Affiliate Marketing BERHADIAH New Kia Picanto Senilai Rp.100.000.000
Kontes Affiliate Marketing BERHADIAH New Kia Picanto Senilai Rp.100.000.000,- Hallo para Internet marketer Dalam rangka mensosialisasikan Program AFFILIATE MARKETING sebagai salah satu Sumber Penghasilan dari Internet, kami mengadakan kontes AFFILIASI dengan hadiah utama Sebuah Mobil Picanto senilai Rp.100.000.000,- http://tinyurl.com/ydos79l
Terdapat pada: Peluang Usaha, lowongan, peluang usaha, gratisan, kontes affiliate, internet marketing
DIJUAL TANAH LOKASI STRATEGIS DEKAT JALAN RAYA
Dijual Cepat Sebidang Tanah Luas 603m2 SHM. Lokasi Srategis di pinggir Jalan raya Blora - Semarang Jawa Tengah. cocok untuk USAHA apapun Pertokoan MINI MARKET, COUNTER, PERKANTORAN, RUMAH dll.
Terdapat pada: Tanah, jual tanah, tanah dijual, tanah strategis, tanah murah, lokasi
Indikator forex Terprofit 2010
Wow... spektakuler, bisnis forex dan valas.. The most wanted information Gandakan Uang Anda Minimal 6x Lipat (600%) per bulan dengan Bisnis Forex di Internet dan raih kekayaan finansial yang luar biasa"
Terdapat pada: Bisnis Online, indicator forex terhebat 2010, the best indicator forex, indicator forex handal, idicator forex terprofit
DIJUAL :: HANDY TALKY MOTOROLA GP-2000 HIGH FREQUENCY
**JAYAPERSADACOMM**JUAL HANDYTALKY-RIG-SSB-GPS-REPEATER!!! Distributor Radio komunikasi dari berbagai merk seperti: MOTOROLA-KENWOOD-ICOM-YAESU/VERTEXSTANDARD-ALINCO- WEIERWEI-OLINCA-HYT DLL Adapun merk GPS : GARMIN-FURUNO-MAGELAN-SUNTODLL Untuk Pemesanan / Informasi harga Terbaik, anda bisa hubungi langsung : JUPRI ( 08129319498 /021-68099394,021-7703408) E-Mail : jayapersadacomm@yahoo.com YM : jayapersadacomm@yahoo.com Office : Jl. Danau Tondano 1 no.29.Sukmajaya Depok II Timur.JABAR 16417 http://jayapersadacomm.blogspot.com…
Terdapat pada: Bisnis Online, handytalky, rig, ssb, repeater
JPComm :: DEALER HANDY TALKY MOTOROLA GP-2000,GP-3188,GP-338 PLUS BERGARANSI
koran marjinal
Koran Marjinal
Peran Intelektual Dalam Perubahan Sosial
James Petras
Pengantar
Membicarakan atau menulis tentang “kaum intelektual” hari ini, kita harus merujuk pada tataran posisi politik. Dari sayap kanan ekstrim (neoliberal-neokonservatif), melewati kanan-tengah (sosial-liberal), lalu menapak pada kiri-tengah (sosial demokrat), hingga berujung pada kiri-revolusioner (Marxis). Di dalam dan di luar kategori politik ini, kita juga memasuki ranah ekologi politik, feminis, gay, ras dan identitas etnik.
Sebagai tambahan, intelektual politik ini berada dalam latar kelembagaan yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah pemimpin-pemimpin dalam NGO (organisasi non-pemerintah/LSM), yang lain ditemukan di dunia akademik. Sebagian lainnya berkutat sebagai “intelektual publik,” wartawan, profesor, penasehat-penasehat serikat buruh, pemimpin-pemimpin partai politik, agamawan, dan penulis lepas.
Untuk tujuan paper ini, saya ingin memberikan fokus pada kaum intelektual kiri-tengah (center-left/CL) dan intelektual kiri-revolusioner (revolutionary-left/RL). Kedua kelompok intelektual ini saya pilih, karena keduanya paling mudah dilekatkan dengan proses perubahan sosial yang progresif. Intelektual CL, umumnya bermain dalam latar kelembagaan. Sementara intelektual RL, ditemukan terutama sebagai “intelektual publik” dan di universitas-universitas.
Diposkan oleh KORAN MARJINAL di 03:14 1 komentar Link ke posting ini
Politik Kelas
Baru-baru ini, salah satu jurnal kiri tertua di AS, Monthly Review, edisi Juli-Agustus 2006, menampilkan edisi khusus mengenai “Aspects of Class in the U.S.”
Beberapa tema menyangkut soal kelas di AS, dibahas di sini. Misalnya, artikel dari William K. Tabb, “The Power of Rich;” artikel Michael Perelman, “Some Economic of Class;” atau dari David Roediger, “Undocumented Workers & the U.S. Informal Economy.”
Pengantar dari John Bellamy Foster, merupakan pembuka kata yang sangat menarik. Foster menyebutkan, di AS fenomena mengenai self reproduction sebagai karakter esensial dari kelas tampak begitu nyata. Mengutip harian the New York Times (14/11/2002), Foster menunjukkan hasil temuan Bashkar Mazumber dari Federal Reserve Bank of Chicago, dimana sekitar 65 persen keuntungan yang diperoleh orang tua kaya di AS dialihkan kepada anak-anaknya. Studi yang lebih serius mengenai soal ini, dilakukan oleh Tom Hertz, ekonom dari American University, yang berjudul “Understanding Mobility in America” (paper ini bisa Anda baca di http://www.americanprogress.org).
Diposkan oleh KORAN MARJINAL di 03:13 0 komentar Link ke posting ini
Membangun Jaringan Intelektual Neoliberal
Kasus Hernando de Soto
Noer Fauzi dan Kim Malone
Majalah Tempo Edisi 10 September 2006, melansir publikasi khusus untuk menyambut kedatangan Hernando de Soto, pakar pembangunan dari Peru. De Soto datang ke Indonesia pada September itu atas sponsor Bank Danamon. Laporan yang dibuat bekerjasama dengan Bank Danamon, menghabiskan enam halaman (halaman 75 – 81). Termasuk dua halaman tulisan Joyo Winoto, Kepala Badan Pertanahan Nasional.
Naskah dibuka dengan foto berwarna wajah Hernando de Soto, yang enak dipandang. Foto itu mau mencitrakan seorang pemikir kaliber dunia. Di bagian bawah gambar, tertera judul “Hernando de Soto: Gagasan Kontroversial dari Dunia Ketiga,” yang disertai kalimat yang dibuat untuk mengalasi “kehebatan” dari gagasan De Soto itu. Begini bunyinya: “Kapitalisme acap kali dituding sebagai penyebab kesengsaraan mayoritas penduduk dunia. Jurang perbedaan antara negara kaya dan miskin lebar, bahkanketimpangan antara kaum berpunya dan terpinggirkan di semua negara pun memburuk.” Halaman berikutnya dimuat suatu rubrik dengan judul “Benarkah dugaan ini?”
Diposkan oleh KORAN MARJINAL di 03:02 0 komentar Link ke posting ini
The Chicago Boys
Pada 3 Nopember 1970, Chile membuat sejarah dalam gerakan kiri internasional. Untuk pertama kalinya, calon presiden dari partai sosialis menjadikan instrumen pemilu sebagai jalan merebut kekuasaan dan menang. Calon itu adalah Salvador Isabelino del Sagrado Corazón de Jesús Allende Gossens atau lebih dikenal dengan nama Salvador Allende. Ia diusung oleh sebuah koalisi bernama Unidad Popular (UP) atau Persatuan Rakyat. Koalisi ini terdiri dari Partai Sosialis, Partai Komunis, Partai Radikal, MAPU (Movimiento de Accion Popular Unitario), dan pembangkang dari Partai Kristen Demokrat.
Segera setelah berkuasa, pemerintahan Allende memberlakukan serangkaian kebijakan radikal dalam bidang ekonomi: nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, nasionalisasi perbankan, peningkatan upah buruh, alokasi anggaran yang besar pada sektor pendidikan dan kesehatan, program susu gratis bagi anak-anak, menolak pembayaran utang luar negeri, dan memberlakukan kebijakan land reform. Seluruh program ini diberi label “Chilean road to socialism.”
Diposkan oleh KORAN MARJINAL di 02:51 0 komentar Link ke posting ini
Sekilas Tentang Analisis Kelas dan Relevansinya
Hilmar FaridSaya diminta untuk membicarakan soal analisis kelas. Tapi, sebelum sampai ke sana, saya akan menyambung apa yang tadi disebut George Aditjondro, bahwa jangan hanya analisis kelas, kita juga harus mengerti soal etnis, dan jender. Peringatan semacam itu disampaikan, karena orang yang menggunakan analisis kelas menganggap, dimensi kelas itu penting—kalau bukan yang paling penting—di dalam kenyataan sosial. Saya tidak termasuk jenis itu.
Bagi saya, analisis kelas, jender, etnis, dan segala macam adalah cara kita mengorganisasi pengetahuan. Kita lihat suatu masyarakat, dimensi apa yang mau kita perhatikan: bisa kelas, bisa jender, bisa apapun. Dalam kesempatan yang satu, dimensi kelas sangat menonjol dibanding dimensi yang lain, sementara dalam kesempatan lain tidak. Dengan kata lain, analisis kelas merupakan satu dari sekian banyak cara untuk melihat masyarakat.


